My Graduation

15 Maret 2015. Ini adalah salah satu hari yang sangat bersejarah bagiku. Bayangkan selama 4,5 tahun menempuh pendidikan strata 1 dan sekarang aku telah menyelesaikan semuanya. Memang menjadi sebuah kebanggaan bagi keluarga.

Jadi, pagi-pagi aku sudah bangun sekitar pukul setengah empat. Setelah itu aku menjemput pacarku dari rumahnya menuju rumahku karena ia akan ikut bersama ke lokasi menemani pada saat acara wisuda nanti. Aku pergi bersama ibu, ayah, dan calon istri (insyaallah).

Di awal perjalanan lalu lintas kendaraan tidak begitu macet. Tetapi, setelah sampai beberapa meter dari kampus kemacetan pun mulai terlihat. Di sekitar depan kampus terdapat orang-orang yang berjualan, ada yang berjualan bunga, boneka, jasa foto, makanan dan lain-lain. Suasana kampus begitu ramai seperti pasa kaget di Gasibu Bandung.

Kami pun memakirkan mobil dan lekas pergi k gedung tempat acara wisuda dilaksanakan. Ternyata teman-teman seperjuangan telah berkumpul disana, menyatukan perasaan bahagia bersama-sama, rona berseri yang diperlihatkan orang-orang disekitar menambah aura positif dalam kebersamaan bahagia.

Tapi sayang, tamu undangan yang boleh masuk hanya satu orang. Jadi, hanya ibuku lah yang masuk dalam gedung bersama denganku. Ayah dan pacarku menunggu di luar. Acara pun dimulai. Para wisudawan-wisudawati disambut oleh tarian khas tradisional yaitu Tari Merak. Mereka disambut bagai raja dan ratu. Hanya karena menempuh pendidikan sekitar 4 tahunan mereka disambut seperti itu, sungguh luar biasa. Satu persatu wisudawan-wisudawati di panggil kedepan untuk menerima penghargaan dan pemindahan anting-anting secara simbolik. Tiba saatnya nama Fadhlan Dwiansyah, S.H. dipanggil, aku berjalan ke atas panggung dan menerima penghargaan dan pemindahan anting-anting. Bangga rasanya pendidikan yang telah kutempuh selama hampir 4,5 tahun kini sudah selesai.

Aku tahu wisuda ini adalah awal untuk meniti hidup. Ini adalah jembatan dan modal awal untuk kehidupan yang selanjutnya yang harus ketempuh. Terima Kasih ya Allah Engkau telah memberi nikmat dan anugerah sehingga aku bisa menyelesaikan studi strata satu ku. Terima Kasih kepada ibuku yang telah susah payah mengorbankan harta dan raganya demi membantu anaknya sehingga bisa lulus.  Terima Kasih kepada Ayah baruku atas segala bantuannya. Terima Kasih juga kepada calon istriku yang telah setia menemani dan mendampingiku sampai saat ini.

Ada satu hal yang tersesal, aku tidak bisa mempersembahkan kelulusan ini kepada almarhum ayahku. Ayah selalu mendukung dan menyekolahkanku, ia tidak pernah menyerah dalam hidupnya. Terima Kasih Ayah. Aku selalu mendoakanmu. Aku tahu ini yang kau tunggu-tunggu. Insya Allah, Dia akan selalu menjaga mu dan meridoimu. Amiiin….

Thank’s to Allah.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: